Powered by Blogger.

Fitnah Zina pada Aisyah RA sang Istri Rasulullah SAW

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, May 24, 2017 | 21:29

Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meriwayatkan, “Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak keluar untuk melakukan suatu perjalanan, maka beliau mengundi di antara istri-istrinya. Maka, siapa saja di antara mereka yang keluar undiannya, maka dialah yang keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan kisahnya, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan undian di antara kami di dalam suatu peperangan yang beliau ikuti. Ternyata namaku-lah yang keluar. Aku pun berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kejadian ini sesudah ayat tentang hijab diturunkan. Aku dibawa di dalam sekedup (tandu di atas punggung onta) lalu berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga kembali dari perang tersebut.


Ketika telah dekat dengan Madinah, maka pada suatu malam beliau memberi aba-aba agar berangkat. Saat itu aku keluar dari tandu melewati para tentara untuk menunaikan keperluanku. Ketika telah usai,  aku kembali ke rombongan. Saat aku meraba dadaku, ternyata kalungku dari merjan zhifar terputus. Lalu aku kembali lagi untuk mencari kalungku, sementara rombongan yang tadi membawaku telah siap berangkat. Mereka pun membawa sekedupku dan memberangkatkannya di atas ontaku yang tadinya aku tunggangi. Mereka beranggapan bahwa aku berada di dalamnya.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

“Pada masa itu perempuan-perempuan rata-rata ringan, tidak berat, dan tidak banyak daging. Mereka hanya sedikit makan. Makanya, mereka tidak curiga dengan sekedup yang ringan ketika mereka mengangkat dan membawanya. Di samping itu, usiaku masih sangat belia. Mereka membawa onta dan berjalan. Aku pun menemukan kalungku setelah para tentara berlalu. Lantas aku datang ke tempat mereka. Ternyata di tempat itu tidak ada orang yang memanggil dan menjawab. Lalu aku bermaksud ke tempatku tadi di waktu berhenti. Aku beranggapan bahwa mereka akan merasa kehilangan diriku lalu kembali lagi untuk mencariku.”

“Ketika sedang duduk, kedua mataku merasakan kantuk yang tak tertahan. Aku pun tertidur. Shafwan bin al-Mu’aththal as-Sullami adz-Dzakwani tertinggal di belakang para tentara. Ia berjalan semalam suntuk sehingga ia sampai ke tempatku, lalu ia melihat hitam-hitam sosok seseorang, lantas ia menghampiriku. Ia pun mengenaliku ketika melihatku. Sungguh, ia pernah melihatku sebelum ayat hijab turun, Aku terbangun mendengar bacaan istirja’-nya (bacaan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) ketika ia melihatku. Kututupi wajahku dengan jilbab. Demi Allah, dia tidak mengajakku bicara dan aku tidak mendengar sepatah kata pun dari mulutnya selain ucapan istirja sehingga ia menderumkan kendaraannya, lalu ia memijak kaki depan onta, kemudian aku menungganginya. Selanjutnya ia berkata dengan menuntun kendaraanu sehingga kami dapat menyusul para tentara setelah mereka berhenti sejenak seraya kepanasan di tengah hari. Maka, binasalah orang yang memanfaatkan kejadian ini (menuduh berzina). Orang yang memperbesar masalah ini ialah Abdullah bin Ubay bin Salul (Tokoh Munafiq di Zaman Rasulullah).”


Kesedihan yang melanda Istri Rasulullah SAW Aisyah RA ketika dituduh berzina sangatlah mendalam, karena Rasulullah dan Orang Tua Aisyah RA sendiri yaitu Abu Bakar sampai mendiamkan Aisyah karena dituduh berzina. Sampai akhirnya turun Wahyu dari Allah SWT tentang bantahan bahwa Aisyah RA telah berzina:


“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (pula).” (QS. An-Nur: 11)


Beberapa hikmah dari kejadian yang menimpa Aisyah RA:

* Sunnah bagi suami meminta pendapat kepada orang terdekatnya, keluarganya, dan teman-temannya mengenai persoalan yang dihadapinya.

* Terbebasnya Aisyah radhiyallahu ‘anha dari cerita bohong yang dituduhkan kepadanya. Ia telah terbebas secara pasti berdasarkan nash Alquran. Jadi, seandainya ada seseorang yang meragukannya, wal-iyadzu billah, maka ia menjadi kafir dan murtad berdasarkan ijma kaum muslimin.


(Syarh Muslim karya Imam An-Nawawi dengan perubahan).

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Diringkas dari kisahmuslim.com

Judul asli: Tuduhan Dusta Terhadap Istri Rasulullah
21:29 | 0 comments | Read More

Sengaja Tidak Puasa 1 Hari di Bulan Ramadhan, Tidak bisa digantikan dengan Puasa Setahun

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, May 23, 2017 | 15:10


Bagaimana hukum orang yang berpuasa beberapa hari dalam bulan Ramadhan tetapi berbuka (tidak berpuasa) selama beberapa hari dengan sengaja? Apakah hari-hari selama ia berpuasa itu diperhitungkan?

Kejadian seperti ini sering didapati di masyarakat. Seseorang yang menyatakan dirinya Islam dengan entengnya meninggalkan puasa dengan entengnya tanpa merasa berdosa. Apakah hukum bagi mereka yang berbuat demikian?

Syekh Yusuf Qardhawi menguraikan hal ini dalam fatwanya. Dia berpendapat bahwa segala sesuatu masing-masing ada perhitungannya. Dan dalam kasus ini letak permasalahannya bukanlah pada perhitungan hari-hari ia berpuasa, tetapi mengenai hari-hari pada saat ia tidak berpuasa—dapat diganti ataukah tidak.

Satu hari dari bulan Ramadhan tidak dapat digantikan kecuali oleh satu hari dari bulan Ramadhan yang lain. Sedangkan pada setiap bulan Ramadhan seorang Muslim senantiasa mempunyai kewajiban berpuasa, dan kewajiban ini tidak mungkin dapat dihindarkan.

Oleh karena itulah, Abu Hurairah RA pernah berkata, "Barangsiapa tidak berpuasa sehari dari hari-hari Ramadhan maka tidak dapat digantikan oleh hari yang lain dari hari-hari dunia."

Diriwayatkan pula bahwa ada seorang laki-laki yang berbuka (membatalkan) puasa pada bulan Ramadhan, lalu Abu Hurairah berkata, "Tidak diterima darinya puasa setahun (sebagai gantinya)."

Dan diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, "Barangsiapa yang tidak berpuasa selama satu hari dari bulan Ramadhan tanpa ada rukhshah untuknya, maka tidaklah dia dapat menggantikannya meskipun dengan berpuasa setahun.”

Fatwa seperti ini diriwayatkan pula dari Abu Bakar dan Ali. Oleh karena itu, hendaklah setiap Muslim takut kepada Allah dalam urusan agamanya, dan hendaklah ia memiliki kemauan yang keras untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta mengalahkan hawa nafsu dan syahwatnya. Barangsiapa yang kalah (gagal) dalam menghadapi perutnya sendiri, maka ia tidak akan mendapat kemenangan dalam lapangan apa pun. Wallahu'alam.

Sumber: Republika.co.id
15:10 | 0 comments | Read More

Baru 34 SMP di Cianjur Gelar UNBK

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Wednesday, May 3, 2017 | 18:53



POJOKJABAR.com, CIANJUR – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan sederajat berlangsung serentak di Indonesia, sejak hari Selasa (2/5/2017).
Sebanyak 34 SMP dari 283 SMP di Kabupaten Cianjur, melaksanakan ujian berbasis komputer dengan lancar, meski sempat terganggu matinya lampu di beberapa sekolah.
Dari 34 sekolah yang melaksanakan UNBK, SMP Muhammadiyah Islamic Centre Cianjur merupakan salah satu sekolah swasta yang sudah melaksanakan UNBK.
Kepala SMP Muhammadiyah Islamic Centre Cianjur H Mohammad Solihin mengatakan, di SMP Muhammadiyah Islamic Centre Cianjur sebanyak 69 siswa mengikuti UNBK dengan dibagi tiga sesi.
“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, peserta bisa melaksanakan UNBK dengan baik, karena sudah diantisipasi sebelumnya, dengan terus melakukan latihan,” paparnya.
Solihin mengaku bangga, lantaran SMP Muhammadiyah Islamic Centre Cianjur sudah bisa melaksanakan UNBK disaat sekolah lain masih banyak yang belum.
“Di cianjur itu baru beberapa sekolah saja yang UNBK saya berharap tahun depan lebih banyak SMP yang melaksanakan UNBK,” tambahnya.
Sementara itu, SMPN 3 Cibeber belum mampu melaksanakan UNBK dan memilih Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Penyebabnya, sekolah tersebut belum didukung sarana dan prasarana seperti perangkat komputer. Bahkan sekolah itu belum dijangkau jaringan internet.
Dari pantauan Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com), para peserta ujian terlihat serius dan antusias mengerjakan soal-soal ujian meski tidak menggunakan perangkat komputer. Para siswa juga tidak saling memandang ke sebelah, dan terlihat sangat fokus.
Kepala SMPN 3 Cibeber Nani Sunarti menyebutkan, seluruh siswa peserta ujian nasional (UN) sebanyak 212 orang. Namun mereka belum bisa mengikuti UNBK. Dikarenakan SMPN 3 Cibeber belum masuk jaringan internet. Selain itu, terbatasnya jumlah perangkat komputer sehingga UN dilaksanakan secara manual.
“Sekolah kami belum dijangkau jaringan internet. Jika mengakses internet masih mengandalkan modem. Jujur kalau ditanya sekolah kami juga ingin melaksanakan UNBK, tapi belum didukung dengan sarana dan prasana,” terang Nani Selasa (02/05) kemarin.
Nani memahami, sekolah bisa menginduk atau mengadakan UNBK di SMA atau SMK terdekat namun usulan tersebut ditolak oleh sebagian besar orangtua murid dengan alasan kenyamanan siswa.
“Semoga tahun depan jaringan internet bisa masuk ke sini agar bisa ikuti UNBK,” harapnya.
18:53 | 0 comments | Read More

Rayakan Kelulusan, Pelajar Yogyakarta Bagi-bagi Nasi Bungkus dan Susu Kepada Masyarakat

Written By Yayasan Peduli Remaja Mentari on Tuesday, May 2, 2017 | 17:12

Nasi dan susu sebanyak 5000 buah yang siap dibagikan ke 11 titik di Kota Yogyakarta dalam acara Sungkeman 2017 oleh siswa siswi SMA di Yogyakarta Selasa (2/5/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 2000 nasi bungkus dan 3000 susu akan dibagikan kepada para masyarakat dalam acara Sungkeman 2017 yang mengambil titik kumpul di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Selasa (02/5/2017) pagi.

Kegiatan Sungkeman 2017 ini sendiri merupakan satu acara kelulusan yang digagas oleh sejumlah pelajar di Yogyakarta.

Muhammad Iqbal Aryana selaku ketua panitia acara Sungkeman 2017 mengatakan, pihaknya menyediakan makanan dan susu berjumlah sekitar 5000 untuk dibagikan.

"Untuk pembelian makanan dan susu kami mengumpulkan dana dari para peserta dan dari beberapa donatur," katanya.

Ia mengatakan kegiatan pembagian makanan dan susu tersebut bakal dilakukan ke beberapa titik tempat.

"Kami akan bagikan di 11 tempat meliputi Alun Alun Utara, Tugu Pal Putih, Pingit, Stasiun Tugu, Malioboro, Jokteng Kulon, Abu Bakar Ali, Dongkelan, Ngaben, Ngasem, dan Lempuyangan," pungkasnya.
17:12 | 0 comments | Read More